Yuk bikin Kos-kosan go green


Filed in: lain-lain, pengetahuan tambahan :: Written by andre on June 4th, 2011 7:57 am :: Viewed 52 times

Sebenarnya tulisan ini adalah tantangan dari mas alamendah’s (bisa di baca di sini). Tugasnya adalah membuat tulisan tentang “Forests: Nature at your Service” atau “Hutan Penyangga Kehidupan” tapi berhubung saya tidak begitu mengerti tentang hutan, ya.. tulisan ini tidak akan ada hubungannya dengan hutan. Tapi tak apalah tulisan ini khusus saya buat untuk sama-sama merayakan hari lingkungan hidup tahun 2011 yang jatuh tanggal 5 Juni 2011.

Saat ini jumlah kos-kosan di kota besar terus bertambah, ini disebabkan semakin besarnya jumlah penduduk yang merantau untuk belajar(seperti kota jogja, surabaya, malang, bandung, dll) maupun untuk bekerja di tempat tersebut. Dengan bertambahnya jumlah penduduk di kota, pasti bertambah juga jumlah sampah terutama sampah rumah tangga dari kos-kosan tersebut. Kebetulan saya termasuk orang yang pernah merasakan hidup dan tinggal di kos-kosan.

Memang sih diperlukan kesadaran bersama untuk dapat menanggulangi bertambahnya jumlah sampah di kos. Apalagi kos-kosan merupakan tempat berkumpulnya berbagai macam karakter orang dari berbagai macam daerah. contohnya saja nih, di kos-kosan saya orang nya ada yang dari Bali, Ambarawa, Magelang, Lampung, Tarakan, Kalimantan Barat, Palembang, dan Ambon, belum lagi bapak kos beserta keluarga. Tentu perilaku, karakter penghuni, dan konsumsi sampahnya pasti berbeda-beda.

Anggap saja seorang anak membeli makan dari minimarket atau warung nasi, tentu pasti juga akan membawa bungkus plastik ke area kos. Selain itu sampah juga bisa dihasilkan dari kertas-kertas dari tugas kuliah, atau sampah dari peralatan rumah tangga. Coba saja kalau asumsikan masing-masing orang menghasilkan sampah 1 ons tiap harinya. Dikalikan jumlah orang dan jumlah hari dalam sebulan, tentu saja sudah sangat banyak jumlah sampah yang terkumpul di satu kos saja. Itu baru satu, bagaimana yang lain?

Solusinya bagaimana?

Mungkin kita tidak bisa langsung untuk mengurangi jumlah sampah, tapi sebisa mungkin untuk melakukan penghematan barang-barang yang bisa menghasilkan sampah. Selain itu, lebih baik lagi kalau di tiap kos dibuat tong sampah khusus sesuai dengan kategorinya. Tiap kos-kosan menyediakan tong sampah untuk 3 jenis sampah, yakni tempat sampah organik, tempat sampah beracun, dan non organik. Dan nantinya sampah-sampah tersebut diolah untuk didaur ulang ataupun dibuang ke TPA secara berkala. Mungkin dari hal kecil inilah nantinya akan membantu terjaganya linkungan di sekitar, terutama linkungan sekitar kos-kosan tersebut.

 

v\:* {behavior:url(#default#VML);}
o\:* {behavior:url(#default#VML);}
w\:* {behavior:url(#default#VML);}
.shape {behavior:url(#default#VML);}

Normal
0
false

false
false
false

EN-US
X-NONE
X-NONE

MicrosoftInternetExplorer4

/* Style Definitions */
table.MsoNormalTable
{mso-style-name:”Table Normal”;
mso-tstyle-rowband-size:0;
mso-tstyle-colband-size:0;
mso-style-noshow:yes;
mso-style-priority:99;
mso-style-qformat:yes;
mso-style-parent:””;
mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt;
mso-para-margin-top:0in;
mso-para-margin-right:0in;
mso-para-margin-bottom:10.0pt;
mso-para-margin-left:0in;
line-height:115%;
mso-pagination:widow-orphan;
font-size:11.0pt;
font-family:”Calibri”,”sans-serif”;
mso-ascii-font-family:Calibri;
mso-ascii-theme-font:minor-latin;
mso-fareast-font-family:”Times New Roman”;
mso-fareast-theme-font:minor-fareast;
mso-hansi-font-family:Calibri;
mso-hansi-theme-font:minor-latin;
mso-bidi-font-family:”Times New Roman”;
mso-bidi-theme-font:minor-bidi;}

Bagaimana semuanya, setujukah? Atau ada saran lain?

Sekian dulu untuk tulisan ini, sudah malam dan saya sudah ngantuk. Selamat malam.

Teknologi dan alam

Dua hal yang mestinya saling terkait, teknologi dan alam, bisa bekerja sama harapannya seperti siklus perputaran terjadinya hujan; dari sumber lautan luas, uap air dibantu panas matahari, membentuk kristal-kristal bibit hujan di awan, dan pada saatnya akan turun hujan membasahi, mengairi sungai, danau dan lautan kembali. Begitu seterusnya, demikian juga yang diharapkan dengan teknologi dan alam.

Berbicara Teknologi yang penulis persempit lagi pada dunia Teknologi Informasi dan Telekomunikasi (IT), maka banyak didapat masalah juga peluang untuk membuat Teknologi tersebut menjadi ramah terhadap alam dan lingkungan.

Tulisan dibawah,meninjau dari sisi Produsen IT:

Sudut peluang yang terbaik demi harmonisasi teknologi dan alam, dari pihak Produsen dapat memanfaatkan hal yang memang segera harus dilakukan, tidak semata untuk keuntungan bisnis tapi juga demi kelestarian alam. Memang masih banyak yang meragukan gerakan green computing yang digaungkan para produsen di bidang IT. Tetapi tidak dapat disamaratakan, antara produsen yang bermuslihat dagang dengan yang memang peduli dengan hal itu.

Meski belum optimal, dengan beragam faktor penunda, namun rintisan yang dilakukan untuk membuat produk yang lebih ramah lingkungan, layak dihargai.

Seperti contoh:

Produk yang bermaterial hasil daur ulang untuk beberapa jenis ponsel, tidak hanya bodi ponsel tersebut,tetapi juga mendayagunakan tenaga alam untuk menjalankan kinerjanya. Baterai dengan sumber daya liquid atau air tengah dikembangkan.

Produk yang dilengkapi dengan penangkap sinar matahari sumber energi semakin banyak beragam. Mulai dari baterai untuk gadget bertenaga matahari dengan aneka bentuk unik, hingga flash drive yang bisa menangkap sinar untuk sumberdaya LCD panelnya.

Untuk perangkat komputer, ramah pada alam lingkungan tak selalu diartikan sebagai wajib bermaterial daur ulang atau bersumber energi yang dapat diperbaharui. Saat ini konsep ramah lingkungan pada produk komputer dan periferal berada dalam tahapan bagaimana meminimalkan asupan energi atau sumber daya listrik, baik dengan menciptakan komponen baru atau membuat sistem yang lebih hemat daya.

Beberapa produk memang menggunakan bahan yang didaur ulang. Beberapa produsen juga mengeluarkan versi refurbished. Sayangnya untuk saat ini produk yang dikatakan lebih ramah lingkungan dan hemat listrik harganya masih lebih tinggi dibandingkan yang “standar”.

Mahalnya produk tersebut lebih dikarenakan karena imbas dari biaya riset untuk pengembangan teknologinya.
Berakibat akan timbul pertanyaan, apakah ramah pada alam,tidak ramah Produsen?
Kelihatannya memang sebagian besar metode untuk menjadi konsumen IT yang ramah lingkungan bertentangan dengan apa yang disarankan (diinginkan) oleh sebagian besar produsen IT, seperti : selalu perbaharui sistem operasi anda, gunakan aplikasi keamanan sebanyak-banyaknya atau juga jangan isi ulang cartridge tinta – karena semuanya akan mengurangi margin keuntungan produsen tersebut.

Tetapi jika memang para produsen tersebut betul-betul peduli lingkungan, mereka seharusnya memikirkan solusi lain. Misal dengan menciptakan sistem operasi yang lebih stabil dan lebih ringan dan lebih aman tanpa harus memaksa konsumen terus menerus meng-upgrade hardware sistemnya, atau menyediakan solusi isi ulang tinta yang resmi dari produsennya dan jika tidak mungkin menawarkan untuk menukarkan cartridge yang sudah kosong dengan tinta baru dengan harga lebih murah.

Sebagai konsumen, kita punya kekuatan. Produsen memang bisa mempengaruhi tetapi tidak bisa berbuat apa-apa dalam menentukan produk-produk apa yang akan dipilih konsumen. Para produsen hanya bisa mengikuti kemauan pasar.

Jadi, sebagai konsumen yang bertanggung jawab terhadap kelestarian lingkungan, kenapa kita tidak memilih untuk menggunakan produk-produk yang lebih ramah lingkungan ?
Dengan demikian produsen juga mau tidak mau akan berinovasi untuk menghasilkan produk-produk yang lebih hijau dan alami.

Dan sangat optimis, jika banyak produsen makin sadar “hijau”, dan produk ramah lingkungan kian banyak, akan berdampak pada penyesuaian harga. Dan semua lapisan konsumen dapat menikmatinya….semoga

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: